Minggu, 04 Maret 2018

Mengenal lebih dekat: Saturnus | All about Saturn


Saturnus dinamai setelah dewa pertanian oleh orang-orang Yunani dan Romawi kuno, yang juga dulunya dikira sebagai bintang.Tetapi semua berubah saat teleskop ditemukan.Orang-orang seperti Galileo Galilei, Christiaan Huygens dan Giovanni Cassini dapat melihat dengan lebih jelas, jadi ngak heran kalo beberapa eksplorasi atau bagian planet Saturnus dinamai setelah nama-nama ilmuwan diatas.



Saturnus merupakan planet ke 6 di Tata Surya dan juga planet terakhir yang bisa dilihat oleh manusia di Bumi dengan mata telanjang. Saturnus juga merupakan planet kedua terbesar setelah Jupiter tetapi ironis nya, Saturnus merupakan planet dengan densitas terendah di Tata Surya, malah jika ente menaruh Saturnus di lautan, ia akan mengapung tetapi tidak untuk cincin nya. Seperti Jupiter, Saturnus adalah gas raksasa dengan komposisi yang mirip-mirip, inti berbatu, Hidrogen metal cair, molekul Hidrogen dan beberapa gas lain nya. Saturnus berotasi sangat cepat, ia hanya memerlukan 10.5 jam untuk menyelesaikan satu hari Saturnus. Karena rotasi yang sangat cepat dan juga densitas yang rendah, garis khatulistiwa Saturnus lebih besar hingga 10% dibanding kutub nya.


Saat kita melihat Saturnus, kita hanya melihat bagian atas awan Saturnus, yang kebanyakan merupakan es ammonia dengan awan normal (air) di bawahnya. Atmosfir Saturnus terbagi menjadi beberapa garis seperti Jupiter tetapi lebih pudar karena jaraknya yang lebih jauh dari matahari sehingga lebih dingin dan atmosfir ny yang lebih dalam dari Jupiter. Tetapi ini semua tidak menutup kemungkinan adanya badai di Saturnus, malah sering sekali terjadi badai di Saturnus. Salah satu fitur paling menonjol dari Saturnus adalah pusaran berbentuk segi-enam di kutub utara Saturnus. Sebenarnya pusaran seperti ini adalah hal yang biasa seperti di Bumi dan Venus, bentuk segi enam nya ini lah yang menarik yang disebabkan oleh sirkulasi udara dari atmosfir Saturnus, tidak begitu berbeda seperti aliran udara di Bumi, tetapi jauh lebih besar, dengan lebar mencapai 20,000 km, lebih besar dari Bumi. Ditengah pusaran ini terdapat badai raksasa yang indah dengan lebar kurang lebih 2,000 km dan kecepatan angin disana mencapai 500 km/jam.

Saturnus adalah planet yang sangat luar biasa, tetapi saat kita berpikir tentang Saturnus, kita pasti berpikir tentang cincin nya yang begitu indah. Cincin Saturnus pertama kali terlihat oleh Galileo, tetapi karena resolusi teleskop nya yang rendah pada saat itu, maka ia mengira kalau Saturnus merupakan 3 objek yang berdekatan. Satu dekade kemudian, Christiaan Huygens mengkoreksinya dengan menyatakan bahwa itu merupakan cincin Saturnus. Cincin Saturnus terdiri dari partikel es yang memiliki rentang ukuran sekecil debu sampai seukuran gunung. Cincin Saturnus memiliki lebar 250.000 km atau 2/3 jarak Bumi ke Bulan dan juga memiliki ketebalan hanya 10 meter.

Cincin Saturnus dibagi menjadi 7 bagian dengan 3 bagian utama yang dinamai A,B dan C sesuai urutan ditemukan nya. Saat pertama kali cincin nya ditemukan, bagian A dan bagian B dikira satu bagian lalu ahli astonomi Italia bernama Giovanni Domenico Cassini menemukan celah diantara kedua bagian cincin ini yang kita kenal sekarang dengan nama Cassini Division. Cela ini disebabkan oleh salah satu bulan Saturnus yaitu Mimas. Selain Cassini Division, ada ratusan cela di bagian utama cincin Saturnus yang disebabkan oleh bulan-bulan Saturnus. Yang anehnya lagi cincin F yang sangat kecil berada di luar cincin A yang bentuknya dipertahankan oleh dua bulan Saturnus yaitu Prometheus dan Pandora yang mengorbit di dalam dan diluar cincin F tersebut, inilah mengapa partikel-partikel di cincin Saturnus mengorbit dengan sangat "rapih".

Nah ada dua bulan Satunus yang ente harus tau nih gan. Titan, merupakan bulan terbesar kedua setelah Ganymede (salah satu bulan Jupiter) yang juga lebih besar dari Merkurius. Titan memiliki atmosfir dan juga merupakan satu satunya bulan yang memilikinya. Udara disana lebih pekat ketimbang udara di Bumi yang kebanyakan terdiri dari gas Nitrogen dan juga memiliki suhu -180 derajat celcius. Atmosfir Titan memiliki kabut tebal yang mencegah kita untuk melihat permukaan Titan dengan cahaya yang tampak, tetapi dengan radar dan infrared dari pesawat ruang angkasa Cassini yang telah mengorbit Saturnus sejak tahun 2004 kita dapat memetakan permukaan Titan dan juga manusia telah berhasil mendaratkan wahana di Titan yang diberi nama Huygens probe, pertama kalinya bagi manusia untuk mendaratkan wahana di satelit alami planet lain.

 Titan memiliki bukit pasir yang bukan terbuat dari pasir gan, melainkan partikel hidrokarbon dan juga ada beberapa petunjuk adanya cryovolcano yaitu gunung yang menyemburkan air sebagai ganti dari lahar yang membuat ilmuwan berpikir bahwa terdapat lautan air dibawah permukaan Titan. Cassini juga menemukan danau metana cair, yang merupakan pertama kalinya cairan ditemukan di permukaan planet lain. Titan juga memiliki cuaca yang didorong oleh metana cair melainkan air seperti di Bumi. Cuaca, atmosfir, cairan di permukaan dan molekul organik, mungkinkah terdapat kehidupan di Titan???

Tidak hanya Titan, ilmuwan juga mencari tanda-tanda kehidupan di Enceladus yang hanya memiliki lebar 500 km. Enceladus sangatlah terang karena memantulkan hampir semua cahaya yang diterima nya, ini menjadi indikasi bahwa Enceladus diselimuti es. Enceladus juga dicurigai memiliki cryovolcano yang pada tahun 2005 dibuktikan oleh Cassini saat Cassini melihat air mancur panas memuntahkan air dari serangkaian retakan pada kutub selatan Enceladus yang diberi nama "Tiger Stripes". Seperti Europa (salah satu bulan Jupiter), Enceladus memiliki lautan dibalik permukaan nya, Cassini juga melewati air yang dimuntahkan dari retakan tersebut dan mendeteksi adanya molekul organik. Dan lagi, mungkinkah terdapat kehidupan di Enceladus?

Banyak dari bulan Saturnus mengorbit planet nya terbalik, atau disebut juga retrograde seperti Venus dan beberapa bulan Jupiter. Sampai saat ini kita telah menemukan lebih dari 60 bulan pada Saturnus.

Saturnus merupakan objek luar angkasa yang sangat indah, banyak orang berkata bahwa Saturnus lah yang menginspirasi mereka untuk belajar tentang astronomi, walaupun ane blm pernah liat juga secara langsung.mungkin suatu hari gan.