Jumat, 01 Februari 2019

Fakta tentang Bulan Sabit


Bulan merupakan benda langit yang bisa kita lihat dari Bumi dengan mata telanjang. Kenampakan Bulan apabila dilihat dari Bumi adalah sebuah bola yang berwarna kuning. Warna kuning yang ditimbulkan bulan ini bukanlah cahaya asli dari Bulan, melainkan hanyalah pantulan dari cahaya matahari karena Bulan tidak bisa memancarkan cahaya sendiri. Bulan terkadang memiliki kenampakan yang berbeda- beda. Terkadang bulan terlihat bulat penuh dan besar, namun terkadang bulan terlihat separuh dan bahkan hanya segaris melengkung seperti sabit.

Bulan sabit adalah sebutan bagi bulan yang memiliki bentuk yang sangat kecil, hanya segaris melengkung saja sehingga membentuk seperti sabit. Bulan sabit menandakan adanya bulan baru atau pergantian bulan, namun juga menandakan bahwa bulan akan selesai . Bulan sabit dalam Bahasa Arab disebut juga “Hilal” yang digunakan masyarakat untuk menandai awal bulan. Mengapa dinamakan bulan sabit? Karena bentuknya yang menyerupai sabit, yaitu sejenis senjata tradisional yang melengkung , yang mengambil bagian pinggir dari suatu lingkaran.



Kapan Muncul Bulan Sabit?

Bulan sabit merupakan salah satu bagian dari fase bulan. Fase- fase bulan ini selalu berganti- ganti karena menyerupai sebuah siklus. Lalu, kapan kita bisa melihat bulan sabit? Kita bisa melihat kemunculan bulan sabit ketika awal bulan. Setelah bulan baru yang mungkin tidak terlihat bagi mata kita, kita bisa melihat keberadaan bulan sabit. Bulan sabit bisa membesar seiring dengan berjalannya waktu

Proses Terjadinya Bulan Sabit

Bulan bisa terlihat oleh mata manusia karena mendapatkan cahaya dari sinar matahari. Bentuk- bentuk bulan yang berbeda- beda ini karena pencahayaan sinar matahari mengenai salah satu bagian dari bulan. Bentuk bulan sebenarnya adalah bulat seperti Bumi. Namun bisa terlihat seperti berbentuk berbeda- beda. Lalu, bagaimana proses terjadinya bulan sabit?


  •     Bulan baru

Terjadinya bulan sabit diawali dengan bulan baru terlebih dahulu. Kita tahu bahwasannya bulan memiliki gerakan revolusi yaitu mengelilingi bumi. Satu kali revolusi menandakan satu bulan. Dengan demikian ketika bulan baru maka menandakan telah terjadi pergantian bulan. Nah bulan baru ini masih terlihat sangat muda sehingga sangat samar untuk dilihat dengan mata telanjang dan justru seolah tidak ada. Hal ini karana cahaya matahari yang mengenai bulan tidak seberapa banyak.

  •     Sinar matahari mengenai salah satu sisi dari bulanbelum sepenuhnya terkena cahaya matahari (bagian yang terkena cahaya matahari sangat sedikit)

Pada bulan baru, cahaya matahari yang mengenai bulan masih sangat sedikit. Seiring berjalannya waktu, sinar matahari akan mengenai lebih banyak bagian dari bulan sehingga bulan akan terlihat mulai dari bagian lengkung pinggirnya. Karena bagian pinggirnya lengkung, maka bulan ini akan terlihat seperti sabit. Nah inilah yang dinamakan sebagai bulan sabit muda. Mengapa muda? Karena sabit yang terbentuk masih sangat kecil san samar.

  •     Terlihat seperti sabit

Pergerakan bulan seiring berjalannya waktu membuat sinar matahari mengenai lebih banyak bagian dari bulan. Di fase ini maka bulan sudah terlihat menyabit dengan sempurna. Bulan tampak dari bumi sabagai lengkungan yang menampakkan sis luar dari setengah lingkaran.

Nah itulah beberapa proses terjadinya bulan sabit. Dari keterangan tersebut, kita mengetahui bahwa tidak ada proses khusus dalam terjadinya bulan sabit. Faktor- faktor yang jelas berperan dalam pembentukan bulan sabit adalah pergerakan bulan, waktu dan juga cahaya matahari. Dalam kehidupan sehara- hari, bulan sabit seringkali digunakan sebagai simbol (entah itu simbol organisasi, komunitas, hinga partai tertentu). Bulan sabit juga sering digunakan sebagai lambang masjid dan juga agama Islam. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua dan kita menjadi leboh mengenal tentang bulan sabit dan juga artinya.

0 komentar

Posting Komentar